<?xml version="1.0" encoding="utf-8" standalone="yes"?><rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"><channel><title>Posts on Fake And Hoaks</title><link>https://fakeandhoaks.com/posts/</link><description>Recent content in Posts on Fake And Hoaks</description><generator>Hugo</generator><language>id-ID</language><lastBuildDate>Thu, 29 Jan 2026 09:15:00 +0700</lastBuildDate><atom:link href="https://fakeandhoaks.com/posts/index.xml" rel="self" type="application/rss+xml"/><item><title>Zat Berbahaya dalam Susu Formula Impor? Cek Fakta di Balik Narasi Ketakutan Orang Tua</title><link>https://fakeandhoaks.com/posts/hoaks-kesehatan-anak/</link><pubDate>Thu, 29 Jan 2026 09:15:00 +0700</pubDate><guid>https://fakeandhoaks.com/posts/hoaks-kesehatan-anak/</guid><description>&lt;p&gt;Pekan ini, komunitas orang tua di grup Facebook dan WhatsApp dihebohkan oleh sebuah unggahan yang mengeklaim adanya &amp;ldquo;zat kimia pemutih industri&amp;rdquo; yang terkandung dalam tiga merek susu formula impor populer. Unggahan tersebut mengeklaim bahwa zat ini dapat memicu gagal ginjal pada balita dalam jangka panjang. Namun, setelah dilakukan penelusuran laboratorium dan verifikasi otoritas kesehatan, informasi tersebut dinyatakan sebagai &lt;strong&gt;Hoaks Berbahaya (Fear-mongering).&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;
&lt;h3 id="analisis-narasi-pseudoseins-yang-menyesatkan"&gt;Analisis Narasi: Pseudoseins yang Menyesatkan&lt;/h3&gt;
&lt;p&gt;Penipu sering kali menggunakan istilah ilmiah yang terdengar meyakinkan namun digunakan dalam konteks yang salah. Dalam kasus ini, unggahan tersebut menyebutkan senyawa &lt;em&gt;Titanium Dioksida&lt;/em&gt; (TiO2) sebagai &amp;ldquo;racun mematikan&amp;rdquo;.&lt;/p&gt;</description></item><item><title>Fake And Hoaks: Navigating the Landscape of Digital Misinformation</title><link>https://fakeandhoaks.com/posts/misinformation-guide/</link><pubDate>Fri, 23 Jan 2026 16:49:01 +0000</pubDate><guid>https://fakeandhoaks.com/posts/misinformation-guide/</guid><description>&lt;p&gt;Di era tahun 2026, lanskap informasi digital telah berevolusi menjadi ekosistem yang jauh lebih kompleks dibandingkan satu dekade sebelumnya. Dengan integrasi kecerdasan buatan (AI) generatif yang semakin mulus ke dalam pembuatan konten sehari-hari, batas antara realitas dan fabrikasi menjadi semakin tipis. Fenomena &amp;ldquo;Fake and Hoaks&amp;rdquo; tidak lagi sekadar berita bohong yang ditulis secara kasar, melainkan telah bermetamorfosis menjadi kampanye disinformasi yang canggih, visual sintetis yang hiper-realistis, dan narasi audio yang dimanipulasi dengan presisi tinggi.&lt;/p&gt;</description></item><item><title>Identifying Fake and Hoaks: Essential Strategies for Critical Thinking</title><link>https://fakeandhoaks.com/posts/hoax-detection/</link><pubDate>Fri, 23 Jan 2026 16:49:01 +0000</pubDate><guid>https://fakeandhoaks.com/posts/hoax-detection/</guid><description>&lt;p&gt;Di era digital yang semakin matang pada tahun 2026 ini, tantangan dalam membedakan kebenaran dan fabrikasi telah mencapai tingkat kompleksitas yang belum pernah terjadi sebelumnya. Kemajuan teknologi &lt;em&gt;Generative AI&lt;/em&gt; dan algoritma media sosial yang canggih telah menciptakan ekosistem di mana informasi palsu (hoaks) tidak lagi sekadar teks yang salah ketik atau gambar hasil suntingan kasar. Hoaks kini hadir dalam bentuk &lt;em&gt;deepfake&lt;/em&gt; video yang hiper-realistis, kloning suara, hingga narasi propaganda yang dirancang secara mikro untuk menargetkan psikologis individu.&lt;/p&gt;</description></item><item><title>Gempa Megathrust Akan Terjadi Besok Pagi? Fakta Ilmiah Mengapa Prediksi Waktu Gempa Adalah Hoaks</title><link>https://fakeandhoaks.com/posts/hoaks-gempa-megathrust/</link><pubDate>Thu, 22 Jan 2026 14:20:00 +0700</pubDate><guid>https://fakeandhoaks.com/posts/hoaks-gempa-megathrust/</guid><description>&lt;p&gt;Sejak pagi tadi, warga di platform WhatsApp dan media sosial X (dahulu Twitter) digegerkan oleh pesan berantai yang mengeklaim bahwa gempa &lt;em&gt;Megathrust&lt;/em&gt; berkekuatan magnitudo 8.9 akan mengguncang Indonesia besok pagi pukul 09.45 WIB. Pesan tersebut bahkan mencantumkan &amp;ldquo;prediksi ahli&amp;rdquo; tanpa nama dan menyarankan evakuasi segera. Namun, berdasarkan prinsip geofisika global dan konfirmasi resmi, informasi ini adalah &lt;strong&gt;Hoaks menyesatkan yang bersifat spekulatif.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;
&lt;h3 id="penjelasan-ilmiah-mengapa-gempa-tidak-bisa-diprediksi"&gt;Penjelasan Ilmiah: Mengapa Gempa Tidak Bisa Diprediksi?&lt;/h3&gt;
&lt;p&gt;Hingga Januari 2026, komunitas sains global, termasuk badan geologi terkemuka seperti USGS (Amerika Serikat) maupun BMKG (Indonesia), secara tegas menyatakan bahwa &lt;strong&gt;tidak ada teknologi yang mampu memprediksi kapan tepatnya gempa akan terjadi (hari, jam, menit).&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;</description></item><item><title>Bagi-bagi Bitcoin Gratis dari CEO Ternama? Waspada Skema Ponzi di Balik Live Streaming Palsu</title><link>https://fakeandhoaks.com/posts/hoaks-investasi-kripto/</link><pubDate>Thu, 15 Jan 2026 10:00:00 +0700</pubDate><guid>https://fakeandhoaks.com/posts/hoaks-investasi-kripto/</guid><description>&lt;p&gt;Platform YouTube dan X (dahulu Twitter) kembali dibanjiri oleh siaran langsung (&lt;em&gt;live streaming&lt;/em&gt;) yang menampilkan sosok CEO teknologi ternama, seperti Elon Musk atau Vitalik Buterin, yang menjanjikan pembagian (giveaway) Bitcoin dan Ethereum secara gratis. Narasi yang dibangun sangat menggiurkan: &lt;strong&gt;&amp;ldquo;Kirim 0.1 BTC ke alamat ini, dan kami akan mengirimkan balik 0.2 BTC kepada Anda.&amp;rdquo;&lt;/strong&gt; Namun, hasil investigasi mendalam memastikan bahwa ini adalah &lt;strong&gt;Modus Penipuan Kloning Konten&lt;/strong&gt; yang bertujuan menguras dompet digital (wallet) para investor yang tidak waspada.&lt;/p&gt;</description></item><item><title>Hoaks Kuota Beasiswa Luar Negeri Tanpa Seleksi: Menelisik Modus Penipuan Agen Perjalanan</title><link>https://fakeandhoaks.com/posts/hoaks-beasiswa-palsu/</link><pubDate>Mon, 12 Jan 2026 11:30:00 +0700</pubDate><guid>https://fakeandhoaks.com/posts/hoaks-beasiswa-palsu/</guid><description>&lt;p&gt;Semangat pelajar Indonesia untuk menuntut ilmu di luar negeri kini tengah dieksploitasi oleh pihak tidak bertanggung jawab. Baru-baru ini, marak iklan di platform media sosial yang menjanjikan &lt;strong&gt;&amp;ldquo;Kuota Khusus Beasiswa Jerman dan Prancis Tanpa Tes&amp;rdquo;&lt;/strong&gt;. Iklan tersebut mengeklaim bahwa calon mahasiswa hanya perlu membayar biaya administrasi sebesar Rp5.000.000 untuk pengurusan dokumen tanpa perlu melalui proses seleksi akademis yang ketat.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Hasil investigasi kami menunjukkan bahwa ini adalah &lt;strong&gt;modus penipuan pengumpulan dana masyarakat&lt;/strong&gt; berkedok layanan agen perjalanan.&lt;/p&gt;</description></item><item><title>Audio Viral Pertengkaran Pejabat Negara: Analisis Forensik Membuktikan Rekayasa Voice AI</title><link>https://fakeandhoaks.com/posts/hoaks-audio-deepfake/</link><pubDate>Mon, 05 Jan 2026 20:00:00 +0700</pubDate><guid>https://fakeandhoaks.com/posts/hoaks-audio-deepfake/</guid><description>&lt;p&gt;Sebuah rekaman audio berdurasi 45 detik yang memperlihatkan pertengkaran sengit antara seorang menteri kabinet dan seorang pengusaha ternama mendadak viral di platform TikTok dan grup WhatsApp sejak Rabu lalu. Dalam rekaman tersebut, terdengar suara yang sangat mirip dengan sang menteri menggunakan kata-kata kasar terkait kebijakan anggaran. Namun, investigasi mendalam mengungkap fakta bahwa audio tersebut adalah &lt;strong&gt;100% hasil rekayasa kecerdasan buatan (AI).&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;
&lt;h3 id="temuan-forensik-digital"&gt;Temuan Forensik Digital&lt;/h3&gt;
&lt;p&gt;Tim verifikasi independen berkolaborasi dengan ahli audio forensik melakukan pemindaian terhadap spektrum frekuensi rekaman tersebut. Ada beberapa indikator kunci yang membuktikan adanya intervensi &lt;em&gt;Voice AI&lt;/em&gt;:&lt;/p&gt;</description></item><item><title>ChatGPT Mengancam Pemilu 2025? Menelisik Kebenaran di Balik Isu Manipulasi AI</title><link>https://fakeandhoaks.com/posts/chatgpt-pemilu-hoaks/</link><pubDate>Fri, 24 Oct 2025 20:30:00 +0700</pubDate><guid>https://fakeandhoaks.com/posts/chatgpt-pemilu-hoaks/</guid><description>&lt;p&gt;Dalam beberapa bulan terakhir, media sosial Indonesia diramaikan oleh &lt;strong&gt;klaim bahwa ChatGPT digunakan untuk memanipulasi opini publik menjelang Pemilu 2025&lt;/strong&gt;.&lt;br&gt;
Beberapa unggahan di TikTok, Facebook, dan X (Twitter) menyebutkan bahwa bot berbasis AI dapat menulis ribuan komentar politik, memengaruhi algoritma trending topic, hingga menyebarkan narasi partisan dalam skala besar.&lt;br&gt;
Namun setelah ditelusuri lebih dalam, klaim ini &lt;strong&gt;tidak memiliki dasar teknis maupun bukti ilmiah yang kuat&lt;/strong&gt;. Di balik sensasinya, tersembunyi kekeliruan persepsi masyarakat terhadap bagaimana AI sebenarnya bekerja.&lt;/p&gt;</description></item><item><title>Viral Video Presiden Berbicara dengan AI: Fakta atau Hoaks?</title><link>https://fakeandhoaks.com/posts/viral-video-presiden-ai/</link><pubDate>Fri, 24 Oct 2025 14:30:00 +0700</pubDate><guid>https://fakeandhoaks.com/posts/viral-video-presiden-ai/</guid><description>&lt;p&gt;Sebuah video yang mengklaim menampilkan Presiden Indonesia sedang berbicara dengan sistem kecerdasan buatan (AI) telah menjadi viral di berbagai platform media sosial dalam 48 jam terakhir. Video berdurasi 2 menit tersebut telah dibagikan lebih dari 50.000 kali dan ditonton oleh jutaan pengguna.&lt;/p&gt;
&lt;h2 id="klaim-yang-beredar"&gt;Klaim yang Beredar&lt;/h2&gt;
&lt;p&gt;Video viral tersebut menampilkan sosok yang menyerupai presiden sedang duduk di ruangan yang tampak seperti kantor kepresidenan. Dalam video tersebut, sosok tersebut terlihat sedang melakukan percakapan interaktif dengan sebuah sistem AI yang ditampilkan di layar besar di belakangnya.&lt;/p&gt;</description></item><item><title>Hoaks Minyak Goreng Campuran Plastik: Fakta di Balik Video Viral</title><link>https://fakeandhoaks.com/posts/hoaks-minyak-plastik/</link><pubDate>Fri, 24 Oct 2025 07:45:00 +0700</pubDate><guid>https://fakeandhoaks.com/posts/hoaks-minyak-plastik/</guid><description>&lt;p&gt;Jagat media sosial kembali diguncang oleh sebuah &lt;strong&gt;video viral di TikTok&lt;/strong&gt; yang menampilkan seseorang membakar minyak goreng dan mengklaim bahwa minyak tersebut mengandung &lt;strong&gt;campuran plastik cair&lt;/strong&gt;.&lt;br&gt;
Video berdurasi satu menit itu langsung menyebar luas dan menimbulkan kepanikan, terutama di kalangan ibu rumah tangga dan pelaku usaha kuliner. Namun setelah dilakukan penyelidikan oleh berbagai lembaga terkait, termasuk &lt;strong&gt;BPOM dan LIPI&lt;/strong&gt;, hasilnya menunjukkan bahwa &lt;strong&gt;tidak ada unsur plastik dalam minyak goreng yang beredar di pasaran&lt;/strong&gt;.&lt;/p&gt;</description></item><item><title>Foto UFO di Langit Jakarta: Analisis Ilmiah Mengungkap Fakta di Baliknya</title><link>https://fakeandhoaks.com/posts/ufo-jakarta-hoaks/</link><pubDate>Fri, 24 Oct 2025 00:00:00 +0000</pubDate><guid>https://fakeandhoaks.com/posts/ufo-jakarta-hoaks/</guid><description>&lt;p&gt;Sebuah foto yang diklaim menampilkan &lt;strong&gt;UFO melayang di langit Jakarta&lt;/strong&gt; menjadi viral di berbagai platform media sosial pada akhir pekan lalu.&lt;br&gt;
Bentuknya menyerupai cakram bercahaya dengan warna keemasan, muncul di antara awan pada sore hari. Dalam waktu singkat, unggahan tersebut menarik perhatian publik dan memunculkan spekulasi luas — mulai dari dugaan keberadaan makhluk luar angkasa hingga teori konspirasi pemerintah yang menutupi “kontak alien pertama”.&lt;br&gt;
Namun hasil analisis ilmiah dan forensik digital menunjukkan bahwa &lt;strong&gt;foto tersebut hanyalah hasil fenomena optik dari pantulan cahaya lensa kamera (lens flare)&lt;/strong&gt;.&lt;/p&gt;</description></item></channel></rss>